February 09 2010

Desain Arsitektur Modern di Indonesia

Tagged Under : , , , , , , , , ,

Arsitektur Modern tidak mengalami perkembangannya di Indonesia, karena sebagaimana gaya arsitektur lain yang diimpor dari negara-negara barat, gaya ini masuk ke Indonesia sebagai pengaruh globalisasi. Gaya Arsitektur Modern muncul sebagai gaya internasional yang cukup memiliki kemiripan di semua tempat, semua negara. Setidaknya, gaya modern tetap mengusung fungsi ruang sebagai titik awal desain. Di Indonesia, gaya modern dipandang sebagai gaya dimana fungsi ruang juga merupakan titik awal desain

Dalam gaya hidup modern, masyarakat didalamnya cenderung menyukai hal-hal yang mudah dan cepat, karena berbagai alat dibuat secara industrial untuk kemudahan manusia. Sifat dasar gaya hidup modern adalah tuntutan untuk bergerak dan melakukan segala sesuatu dengan lebih cepat, yang didukung oleh teknologi dan industrialisasi. Teknologi dikembangkan untuk membuat pekerjaan dan kehidupan sehari-hari lebih cepat dan mudah, misalnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan manusia berkomunikasi menggunakan alat semacam telepon dan komputer.

Kualitas dan kecepatan menjadi hal yang penting dalam gaya hidup modern, sehingga terdapat kecenderungan untuk melihat nilai benda-benda berdasarkan besar fungsi atau banyaknya fungsi benda tersebut, serta berdasarkan kesesuaiannya dengan gaya hidup yang menuntut serba cepat, mudah dan fungsional.

Dalam Arsitektur Modern, gaya hidup modern berimbas kepada keinginan untuk memiliki bangunan yang simple, bersih dan fungsional, sebagai simbol dari semangat modern. Namun, gaya hidup semacam ini hanya dimiliki oleh sebagian masyarakat saja, terutama yang berada di kota besar, dimana kehidupan menuntut gaya hidup yang lebih cepat, fungsional dan efisien.

Di Indonesia, gaya modern yang diterapkan terkadang masih memiliki unsur-unsur estetika yang ***sung dari gaya klasik ataupun etnik, sedangkan sebagian lagi telah memenuhi kaidah desain modern murni. Masih sering didengar istilah arsitektur klasik modern, arsitektur modern etnik, arsitektur tradisional modern, arsitektur bali modern, dan sebagainya. Di Indonesia, terdapat kecenderungan untuk memasukkan unsur tradisi ornamen yang menjadikannya sebuah kategori arsitektur yang ambigu, apakah modern, ataukah postmodern?

Untuk menyebut gaya modern yang berornamen tersebut sebagai gaya modern murni bukanlah hal yang tepat, lagipula proses berkembang gaya ini tidak terjadi di Indonesia. Untuk menyebutnya sebagai gaya postmodern, apalagi, di Indonesia bahkan istilah ini cenderung dihindari untuk menghindari ketidak-fahaman masyarakat. Sehingga gaya Arsitektur Modern di Indonesia akan muncul sebagai gaya khas “Modern Indonesia” dengan karakter sebagai berikut:

q Memiliki perhatian yang besar terhadap fungsi ruang, yang didapatkan dari pola aktivitas penghuni
q Memiliki perhatian yang besar terhadap material bangunan yang digunakan untuk mendapatkan hasil akhir (estetika) yang diinginkan
q Memiliki analogi mesin dalam penataan dan pengembangan ruang-ruang
q Menghindari ornamen (bila murni gaya modern), atau menggunakan ornamen (bila postmodern, atau diberi embel-embel semacam: arsitektur modern etnik, arsitektur modern Bali, dan sebagainya)
q Penyederhanaan bentuk dan ornamentasi dan penghilangan detail yang ‘tidak diperlukan’ sejauh keinginan desainer (atau pemilik bangunan)

astudioarchitect.com

February 09 2010

Ragam Pesona di Ujung Kulon

Tagged Under : , , , , , , , , ,

Ada pendapat yang menyatakan, pembuatan paket wisata harus mempertimbangkan lama waktu perjalanan dari satu obyek ke obyek wisata lainnya. Apabila waktu tempuh dari satu destinasi wisata ke destinasi lainnya terlalu lama - katakan sampai empat jam - ada kemungkinan wisatawan akan bosan.

Pada kondisi ini, Banten dengan wisata Ujung Kulon ***ntungkan dengan banyaknya pesona obyek wisata yang apabila diatur sedemikian rupa alur penjadwalannya, dapat ditempuh tidak terlalu lama. Sehingga, dalam waktu satu dua jam pun wisatawan dapat berpindah dari satu obyek ke obyek wisata lainnya.

Di Serang, misalnya, ada beragam tempat yang menarik untuk dikunjungi, sebut saja kawasan penghasil kerajinan gerabah di Bumi Jaya, pembuatan batik Banten di bilangan Bhayangkara Kecamatan Cipocok, Pantai Anyer, dan situs Banten Lama.

Kabupaten Pandeglang pun diberkahi sebaran pantainya yang eksotik, seperti Carita, Tanjung Lesung, dan Pulau Umang di Ujung Kulon. Di Pandeglang ini pula terdapat Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan wilayah konservasi alam tempat habitat badak bercula satu, spesies yang hampir punah.

Selain wisata alam, Banten pun kaya dengan seni tradisi yang elok dipandang. Seni dimaksud, antara lain, terbang gede, rampak bedug, dan beragam tarian yang menarik hati. Menimbang hal ini, Banten jelas berpotensi di bidang pariwisata.

Dalam perjalanan uji coba paket wisata di Banten beberapa waktu lalu, Ketua ASITA Banten Ng Bana Sembiring sempat mengingatkan pentingnya memperhatikan jenis kendaraan yang digunakan mengangkut wisatawan dengan lebar sempitnya jalan menuju suatu kawasan.

Ini penting karena apabila bus yang digunakan terlalu tambun, maka kendaraan tersebut akan kesulitan apabila harus berbelok atau melintas di ruas jalan yang sempit. Ujung-ujungnya, akan ada waktu yang terbuang dan bisa mengurangi kenyamanan turis dalam bepergian.

travel.kompas.com

February 09 2010

Cara Memilih Web Hosting yang Tepat

Tagged Under : , , , , , , , , ,

Memilih web hosting rasanya begitu mudah. Kebanyakan pelanggan hanya melihat harga dan fasilitas yang ditawarkan. Padahal di luar itu banyak sekali hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam memilih web hosting.

Hampir semua perusahaan berlomba - lomba menawarkan harga semurah mungkin dengan fasilitas serba tidak terbatas. Bahkan ada juga yang menawarkan fasilitas space tidak terbatas. Hal ini sangat mustahil karena hampir semua infrastruktur yang mendukung web hosting memiliki keterbatasan - keterbatasan yang tidak dapat dihindari

Harga vs. Kualitas

Merupakan marketing gimmick yang cukup menyesatkan jika ada yang menyebutkan bahwa harga tidak berbanding dengan kualitas. Biaya adalah sebuah konsekuensi logis untuk menghadirkan sebuah layanan yang benar - benar dapat diandalkan.

Sering kali pemain bisnis web hosting yang baru terjun di bisnis ini hanya memperhitungkan resource space dan traffic limit. Padahal di luar itu banyak sekali batasan - batasan lain sebuah server di antaranya adalah CPU load dan Memmory. Oleh karena itu jika harga yang di tawarkan sangat murah maka konsekuensinya adalah pengurangan - pengurangan fasilitas hosting yang berpotensi besar menimbulkan beban berlebih pada server. Jika ada yang menawarkan harga sangat murah namun tetap menawarkan fasilitas - fasilitas yang fantastis, maka hal ini seharusnya menjadi tanda tanya besar.

Serba Unlimited? Impossible!

Aplikasi yang biasanya dapat membuat CPU load menjadi tinggi di antaranya adalah web itu sendiri, database, mailing list, dan FTP. Untuk itu biasanya perusahaan web hosting membatasi jumlah mailing list, FTP account, dan database untuk menjaga reliabilitas layanan. Selain itu traffic per bulan juga dibatasi dengan asumsi jika traffic tinggi, maka beban server juga tinggi.

Oleh karena itu review kembali pilihan Anda jika pilihan tersebut jatuh pada perusahaan web hosting yang menawarkan fasilitas serba unlimited.

Kepemilikan dan Pengaturan Domain

Domain sudah selayaknya menjadi milik pelanggan dan pelanggan berhak melakukan pengaturan terhadapnya. Oleh karena itu pelanggan harus diberikan akses ke control panel domain yang berfungsi untuk mengatur domain secara administratif (whois info / kepemilikan) dan teknis (pengaturan nameserver).

Apabila kepada pelanggan tidak diberikan control panel pengaturan domain, maka jika suatu saat pelanggan ingin memindahkan hosting, melakukan pengaturan nameserver, dan perpindahan kepemilikan domain atau transfer ke registrar domain lain akan menemui kesulitan karena bergantung pada perusahaan hosting tempat pelanggan membeli domain tersebut.

rumahweb.com