March 04 2010

Membuka Bisnis Toko Pakaian

Tagged Under : , , , , , , , , ,


Pangsa pasar untuk usaha penjualan pakaian terbuka luas mengingat ini adalah salah satu dari kebutuhan pokok manusia. Namun kita juga harus memahami bahwa pesaing dalam jenis usaha ini juga tidak sedikit. Oleh karena itu kita harus memiliki strategi bisnis toko pakaian yang handal untuk menjalankan usaha ini. Strategi yang dimaksud bisa berupa penentuan harga dibanding pesaing, jenis produk, aneka produk, segmentasi pasar, sistim pemasaran dan lain-lain.
Mengkaji informasi yang anda berikan, tampaknya ceruk pasar yang dipilih adalah remaja. Tentunya ini menjadi dasar bagi anda untuk menentukan apa produk yang sesuai, model yang sedang tren, harga yang terjangkau, bagaimana melakukan promosinya, dan sebagainya. Itu semua adalah sebagian dari faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah usaha bisa dinilai layak untuk dijalankan atau tidak.
Walaupun hal tersebut di atas sudah dipikirkan dengan matang dan terencana, kita tetap harus mempertimbangkan faktor resiko jika bisnis toko pakaian tidak berjalan sesuai rencana. Untuk itu salah satu cara adalah dengan menghitung dampak finansial yang mungkin timbul akibat kegagalan tersebut.
Dari jumlah modal yang dianggarkan maka sebenarnya hanya biaya lain-lain yang akan menjadi uang hangus. Sedangkan jenis biaya lainnya seperti sewa tempat, belanja pakaian dan etalase bisa dialihkan ke pihak lain dengan harga miring sehingga tidak hilang atau hangus sama sekali.
Misalnya jenis biaya tersebut ‘dilepas’ dengan nilai 70% maka kita tetap punya uang sejumlah rp 25 juta. Tentunya metode penghitungan ini harus menyertakan faktor jangka waktu kapan saat harus melikuidasi. Sedangkan untuk biaya operasional maka nilai per bulan tidaklah terlalu besar sehingga ini bisa dijadikan batas minimum untuk menghitung berapa minimum penjualan yang harus tercapai.
Menganalisa dampak risiko dan potensi pasar dari usaha ini secara sederhana maka tampaknya usaha ini cukup layak untuk dipertimbangkan menjadi salah satu bentuk investasi real. Penghitungan break event point akan sangat tergantung kepada proyeksi penjualan yang bisa diperoleh setiap bulan

Http://www.detikfinance.com

March 04 2010

Berburu Busana di Butik-butik Pakaian Elite

Tagged Under : , , , , , , , , ,

Lupakan Singapura, Hong Kong, atau Paris, jika hanya ingin berbelanja pakaian dan aksesori kelas atas atau yang biasa disebut high fashion. Di Jakarta saja, bertebaran Butik Pakaian bermerek terkenal yang siap memenuhi hasrat belanja siapa pun. Butik-butik semacam ini terutama terkonsentrasi di kawasan Kemang dan Kebayoran Baru.

Apa yang terlihat di dua kawasan tersebut agaknya menyerap konsep yang ada pada kawasan Saint Germain des Pres, Saint Sulpice, dan rue de Rennes—semuanya di Paris. Di sana, pembeli bisa berbelanja di beberapa toko elite hanya dengan berjalan kaki.

Yang menarik, setiap butik memiliki kekhasan masing-masing. Mereka menyajikan pilihan mode yang berbeda, mulai dari yang bergaya streetwear, punk, kasual, semiformal hingga formal. Tentu saja, semua disesuaikan dengan pasar yang mereka tuju. Uniknya lagi, jika pembeli telah berkali-kali berbelanja di sebuah butik, apalagi sampai mengenal baik sang pemilik, mereka boleh memesan barang yang spesifik atau membayar dengan cara mencicil alias kredit.

Kawasan Butik

Untuk membidik pangsa pasar kalangan atas, maka tak heran jika banyak Butik Pakaian yang bermunculan di kawasan elite. Lihat saja, toko-toko busana mahal ini ada di Jalan Senopati, Barito, Panglima Polim, Lamandau, Radio Dalam, dan masih banyak lagi. Tak cuma mengarahkan pasar dengan pertimbangan aspek ekonomi, butik-butik ini juga mempersempit targetnya pada segmen usia tertentu. Misalnya saja, ada butik yang menjual koleksi khusus bagi anak-anak sekolah. Atau, ada pula yang menyediakan kebutuhan hanya orang-orang dewasa. Ini dipengaruhi oleh mode pakaian atau aksesori lainnya yang disediakan. Masing-masing butik memiliki target pembeli.

Barang-barang yang dijual, mulai dari kemeja, kaos, celana panjang, celana jins, rok, sepatu, sandal, tas pesta, tas gaul sampai kepada kalung, cincin, anting-anting dan sebagainya. Meski Indonesia adalah daerah tropis ada saja butik yang menyediakan baju hangat (sweater), pashmina dan sepatu jenis boots. Secara berkala, pemiliknya akan berbelanja ke luar negeri. Sehingga, butik senantiasa memiliki barang-barang baru.

Sementara untuk butik kelas menengah di kawasan Panglima Polim juga ada satu tempat bernama Bule and Lusi. ”Gue kalo nyari tas dan sepatu yang branded selalu ke situ,” ujar Dian Prilia, Financial Manager sebuah perusahaan minuman bir. ”Abis di situ ada tas-tas dari Channel, Moschino, Prada dengan harga miring pula,” imbuhnya.

Kawasan Kebayoran Baru merupakan salah satu lokasi elite di selatan Jakarta. Tak heran jika para pemain di industri mode pun mengambil lokasi ini sebagai tempat berdagang. Maklum, di kawasan ini juga banyak dihuni oleh ekspatriat yang menyukai koleksi-koleksi pakaian dari perancang Indonesia. Selain itu, bagi konsumen lokal kawasan ini mudah dijangkau seperti sehabis pulang sekolah/kuliah ataupun kerja. Siapa tahu suatu saat nanti jika ingin berbelanja fesyen di Kebayoran Baru tidak perlu kendaraan, bisa berjalan kaki seperti di Paris layaknya kawasan German des Pres, Saint Sulpice, dan rue de Rennes.

sinarharapan.co.id

February 24 2010

Padu Padan dalam Fashion

Tagged Under : , , , , , , , , ,

Krisis global yang belakangan ini melanda dunia, ternyata berdampak juga ke dunia fashion. Bahan-bahan pakaian menjadi mahal. Untuk mengakalinya, para desainer menggunakan bahan-bahan campuran seperti spender yang ditambah dengan lycra, katun yang dicampur dengan polyester, atau katun yang yang campur dengan lycra jadi Fashion Murah.

Mixed and matched atau padu padan pakaian lama dengan baru juga bisa digunakan untuk mengurangi bugdet pembembelian busana. “Kalau mempunyai kemeja yang sudah terlihat usang, tinggal ditambahkan saja dengan rompi, atau sweater,” ungkap Defrico, desainer dari Indoensian FAshion Designers Association di Jakarta.

Begitu juga untuk gaun pengantin, Rudy Chandra, seorang designer mengatakan, untuk mengurangi biaya baju pengantin, bahan-bahan lokal (Fashion Murah) bisa digunakan. “Kalau dulu saya memakai bahan-bahan impor, makanya harga baju pengantin mahal sekali. Sekarang saya menggunakan bahan lokal sehingga harga baju pengantin bisa lebih murah,” Jelas Rudy.

female.kompas.com