March 12 2010

Desain Rumah Asri Minimalis

Tagged Under : , , , , , , , , ,

Rumah berantakan seperti kapal pecah karena terlalu banyak barang bertebaran? Sudah waktunya mengatur kembali segala perabotan dan mengenyahkan segala barang tidak terpakai yang membuat sumpek ruangan sehingga tidak terlihat rumah asri.

Berikut ini media perempuan memberikan sejumlah tip membersihkan ruangan untuk menyulap tempat tinggal anda menjadi rumah asri dan nyaman:

satu per satu
ide membereskan rumah sering membuat kita merasa stres memikirkan betapa luas area yang harus dibersihkan, bahkan sebelum benar-benar memulainya. Agar tidak kewalahan, mulailah membereskan rumah dengan merapikan hal-hal kecil dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

Menyortir barang
pilah barang-barang apa saja yang masih dibutuhkan dan sisihkan barang-barang yang sudah rusak atau tidak diperlukan lagi. Dengan demikian, rumah tidak akan dipenuhi dengan barang rongsokan yang tidak berguna.
Untuk mencegah barang-barang menumpuk di rumah, buat sebuah peraturan yang mengharuskan anda mengenyahkan satu barang setiap kali membeli barang baru sebagai penggantinya. Kebiasaan ini akan membuat anda berpikir ulang setiap kali tergoda membeli sesuatu.

Daur ulang
setelah memilah-milah barang di sekeliling rumah, tentukan barang mana yang harus masuk ke tempat sampah dan barang mana yang masih bisa diperbaiki untuk dipergunakan kembali. Jika anda tidak memerlukan barang tersebut, berikan saja kepada orang lain atau sumbangkan kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Realistis
berpikir realistis tentang luas ruangan yang anda miliki. Jika mempunyai rumah asri atau apertemen kecil, jangan memenuhi ruangan dengan terlalu banyak barang karena akan membuatnya semakin sesak dan sempit. Pilih perabotan berukuran kecil untuk menciptakan kesan lapang, dan hindari perabotan berkuran besar dan berat.(*/ol-5)

http://www.mediaindonesia.com

March 08 2010

Tips Desain Area Teras

Tagged Under : , , , , , , , , ,

TERAS berfungsi serupa dengan ruang tamu. Bedanya, teras berada di luar rumah. Teras juga merupakan area transisi dari eksterior ke interior rumah.

Teras bisa berada di tanah yang lebih rendah, sejajar, atau lebih tinggi dari bagian dalam rumah. Jenis teras paling sederhana tentu saja yang sejajar dengan tanah. Sebaiknya Anda melakukan penelitian terlebih dulu terhadap tanah rumah sebelum memulai proyek pembuatan teras.

“Anda memiliki banyak pilihan jika membicarakan mengenai lantai teras. Biasanya yang sering dipilih adalah material semen, yang kebanyakan diaplikasikan dengan desain flat,” ujar arsitek Andi Haryadi.

Anda juga bisa Interior Disain menggunakan ubin dari batu alam atau keramik yang besar dengan mengaplikasikan pasir serta kerikil di atas lapisan tanah, baru kemudian meletakkan batu ubin besar itu di atas pasir atau kerikil tersebut. Ruang di sela-sela batu ubin bisa digali, lalu diisi dengan bunga tanah atau humus, ****ut, atau penutup lainnya. Keramik lantai dari bahan tanah liat biasanya diaplikasikan dengan teknik tertentu, yaitu dengan memisahkan satu sama lain dan mendesaknya sampai ke taah.

Teras yang berada di bawah level tanah disebut teras tenggelam. Teras jenis ini tidak hanya memberi rumah Anda tampilan yang unik, tapi juga memunculkan kesan cool dan menyenangkan.

Ada teras tenggelam, ada pula teras naik. Teras jenis ini termasuk jarang diaplikasikan karena tampilannya tidak mendukung dari segi pemandangan outdoor. Apalagi jika Anda memiliki taman yang cantik.

Sebagai ruang perantara, teras masih memiliki karakter yang senapas dengan karakter ruang dalam dan Interior Disain, tetapi sebagian bidangnya berhubungan dengan ruang luar. Ruang yang dibuat untuk teras ukurannya sangat bervariasi, tergantung pada luas fisik bangunan serta kebutuhan keluarga yang berkaitan dengan aktivitas di seputar teras tersebut.

Teras bisa berupa ruangan setengah terbuka yang sangat luas karena juga berfungsi sebagai ruang keluarga. Tidak tertutup kemungkinan teras tersebut hanya berupa ruang datar seluas 1 x 2 meter dengan aksen sebuah kursi sebagai ruang tunggu tamu sebelum pemilik rumah membukakan pintu.

Teras bisa berada di bagian depan, belakang, atau samping sebuah rumah. Penempatan teras secara tidak langsung membedakan fungsi tiap jenis teras tersebut. Teras yang berada di depan pintu masuk utama lebih berfungsi sebagai ruang penerima tamu, sebelum tamu dipersilakan masuk ke dalam rumah, teras belakang lebih diarahkan menjadi ruang pribadi keluarga.

Tidak semua rumah memiliki bidang tanah sisa di sampingnya, yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sebuah teras. Biasanya rumah dengan kaveling besar, tapi bidang yang digunakan untuk bangunan rumah tidak terlalu luas, memungkinkan dibuatkan teras.

Rumah yang berada di kaveling sudut jalan cenderung lebih mudah dibuatkan teras samping untuk rumahnya. Fungsi teras samping lebih menyerupai teras belakang, misalnya sebagai ruang hobi yang lebih enak dilakukan di ruangan setengah terbuka.

Berhubung teras berada di ruang setengah terbuka, perencanaan dan penataannya tentu berbeda dengan bidang-bidang lain, seperti pemilihan materi penunjang dan furniturnya. Selain itu, karena berada di luar bidang rumah, teras juga menjadi bagian dari taman. Karena itu, penataan taman yang baik di seputar teras akan memberi arti penting untuk penampilan rumah secara keseluruhan.

lifestyle.okezone.com

March 03 2010

Bahan Material Interior Desain Rumah

Tagged Under : , , , , , , , , ,

Pemilihan material/bahan pada Interior Design untuk bangunan memang perlu diperhatikan, terutama yang berhubungan dengan kesehatan penghuninya termasuk Anda sendiri. Untuk itu diperlukan cara bagaimana cara memilih bahan bangunan yang setidaknya tidak berbahaya bagi kesehatan.

Seperti diketahui anak kecil ternyata lebih peka 30 kali terhadap pencemaran bahan-bahan material berbahaya dalam rumah?


Oops! Tentu hal tersebut jelas tidak kita inginkan terhadap perkembangan anak-anak Anda kelak bukan? atau Siapa sih yang tidak ingin agar tempat tinggal kita bisa mendukung kesehatan kita? atau masih banyak pertanyaan yang menyeruak dibenak kita tentang pengaruh material (bahan) bangunan terhadap kesehatan kita.


Ok mari kita simak sedikit penjelasan berikut,


Secara tidak sadar
bahan bangunan apalagi yang baru sering mengandung bahan berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit, terutama bahan bangunan hasil industri, seperti kayu olahan, particle board, cat tembok, pipa plastik, dan sebagainya. Bahan bangunan ini dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, gangguan pernafasan, penyakit kulit dan sebagainya. Tentunya korban paling dirugikan adalah penghuni rumah karena setiap hari harus berkontak dengan bahan-bahan berbahaya ini, terutama anak kecil.


Berikut beberapa material/bahan
bangunan yang berbahaya beserta penyakit yang ditimbulkan ;


Bahan : Kayu dimana sumber bahayanya adalah penggunaan politur, melamin (urea formal-dehyde)
Penyakit yang ditimbulkan : Alergi kulit, mata, gangguan selaput lendir

Bahan bangunan : Pipa PVC, lem PVC, cat PVC, Lantai Vilil, karpet plastik (yang dibuat dari PVC), lem kontak.
Penyakit yang ditimbulkan : Kanker, pembakaran menguapkan asam klorida (mematikan tanaman), penyakit hati, ginjal

Bahan bangunan : Cat sintetis (cat besi/kayu), thinner, cat epoksi yang mengandung etylalkohol, epoksi mesin.
Penyakit yang ditimbulkan : Penyakit syaraf, darah, pernafasan, mata buta, gangguan keseimbangan, selaput lendir, eksim pada kulit.

Bahan
bangunan : Asbes (plafon dan atap)
Penyakit yang ditimbulkan : Asbestose (penyakit paru), kanker

Bahan bangunan : Gas radon (merupakan penguapan dari tanah)
Penyakit yang ditimbulkan : Mutagen dan karsinogenik (penyebab kanker)

Lalu Solusinya?

Untuk meminimalisasi bahaya tersebut, setidaknya kita mempunyai beberapa solusi diantaranya :

1. Apabila rumah baru saja dicat, atau ada furniture yang baru difinishing (dicat/dipolitur), sebaiknya tidak dihuni dahulu sementara waktu hingga bau menyengat dari formaldehyde tidak tercium lagi. Normalnya, emisi gas ini tetap tinggi selama 6 - 12 bulan. Sebaiknya ventilasi dalam ruangan dipikirkan dan digunakan dengan baik agar gas dapat lebih dinetralisir oleh udara segar.


2. Pada saat ini banyak dikembangkan bahan-bahan finishing berbahan dasar air, yang lebih ramah lingkungan karena kandungan bahan kimia organik yang mudah menguap lebih rendah. Berbagai bahan material rumah tinggal yang baik digunakan sebenarnya tersedia cukup banyak. Bahan material ini biasanya langsung berasal dari alam dan tidak melalui industri yang melibatkan bahan kimia berbahaya.


3. Pilih bahan bangunan yang sehat (tidak tercampur bahan kimia berbahaya) seperti batu alam, tanah liat, batako, kayu, bambu, rumbia, ijuk, alang-alang, logam, bata merah, genteng tanah, kaca, beto, batako, conblok, kertas dll


pt-stylish.com