March 09 2010

Model Khas Pakaian Impor

Tagged Under : , , , , , , , , ,


Ingin membeli baju-baju impor dari china, tapi khawatir yang didapat adalah barang impor palsu?
Anda memang perlu lebih jeli mengamati perbedaan baju impor dan busana lokal. Karakter khas produk impor beberapa di antaranya adalah:

* model baju impor bervariasi. Bisa dipastikan akan menyulitkan anda memilih, karena semua punya daya tarik sendiri.

* mini dress mendominasi. Tren saat ini masih didominasi terusan, baik yang panjang maupun yang mini.

* motif baju import beragam. Motif polos masih digemari, namun motif kotak, polka dot, atau garis, pun terlihat cantik dengan desain menarik.

* warna baju import cerah. Pemilihan warna cerah mendominasi, namun tak berarti hitam dan putih tertinggalkan. Yang warna dasarnya hitam biasanya diberi tambahan aksen kelim dan kancing untuk mempermanis busana.

* aksen manik pada busana. Hal ini yang terutama menjadi ciri khas produk impor, yaitu  keberanian bermain aksen, termasuk manik-manik.

* bahan baju / kaos. Nah, kali ini bisa sangat jelas bedanya. Produk impor punya bahan kaos lebih tebal dan melar. Jika anda baru mencucinya, lalu memakainya kembali, dan baju terasa pas di badan, itu artinya asli produk impor. Jika kemudian menjadi cepat melar, bahan kaos diklaim bukan sebagai produk impor.

* tipis dan menerawang. Model macam ini banyak ditemui dalam toko produk impor. Bahan memang tipis namun berserat.

* jahitan kuat. Busana / baju buatan luar memiliki jahitan yang rapi dan kuat. Sesekali coba perhatikan lebih detail; hampir tak ada sela antarjahitan, jadi tak mudah lepas.

Http://female.kompas.com

March 04 2010

Tips Mengeringkan Pakaian Pria

Tagged Under : , , , , , , , , ,



- kibas-kibas atau pisahkan pakain yang terbelit satu dengan lainnya sebelum dimasukkan ke dalam tabung pengering.
Karena jika tidak proses pengering pakaian akan lebih lama dan akan membuat pakaian anda mengkerut serta mengurangi usia pakaianya.
- jangan memasukkan pakaian terlalu banyak (overload) ke dalam tabung pengering pakaian.
- pisahkan pakaian yang akan dikeringkaan misal nya celana jeans jangan digabungkan dengan pakaian dalam.- jangan mengeringkan pakaian terlalu lama (over dry), karena bisa menyebabkan mengkerut dan kusut.
- segera ambil dan gantung pakaian yang telah dikeringkan, supaya tidak mengkerut.

Tips menyetrika
- harap perhatikan bahwa tidak semua bahan boleh digosok/setrika seperti kain polyester.
- setrika dan meja harus dalam keadaan bersih, tidak boleh ada kotoran yang bisa menempel ke pakaian jika disetrika
- pastikan untuk memilih temperatur yang tepat, sesuai dengan spesifikasi yang ada di dalam label pakaian.
- pisahkan pakaian yang akan di setrika berdasarkan panas yang dibituhkannya, serat syntetis membutuhkan panas yang dikit
Dibandingkan bahan katun atau linen.
- setrika bagian yang kecil seperti kerah dan lengan baju kemudian baru bagian yang lebih lebar, untuk mencegah kusut.


Oia selain tips diatas, kondisi air untuk mencuci juga sangat berpengaruh terhadap pakaian anda. Pengalamanku dulu sewaktu masih ngontrak di daerah pondok aren yang air tanahnya tidak bagus, pakaian putih bisa jadi butek warnanya. Kalau sudah begini, anda bisa memakai sitrun ( beli aja di pasar arinda, bentuknya serbuk putih) untuk mencuci pakaian warna putih anda.

Http://rumahjahithaifa.com

March 04 2010

Membuka Bisnis Toko Pakaian

Tagged Under : , , , , , , , , ,


Pangsa pasar untuk usaha penjualan pakaian terbuka luas mengingat ini adalah salah satu dari kebutuhan pokok manusia. Namun kita juga harus memahami bahwa pesaing dalam jenis usaha ini juga tidak sedikit. Oleh karena itu kita harus memiliki strategi bisnis toko pakaian yang handal untuk menjalankan usaha ini. Strategi yang dimaksud bisa berupa penentuan harga dibanding pesaing, jenis produk, aneka produk, segmentasi pasar, sistim pemasaran dan lain-lain.
Mengkaji informasi yang anda berikan, tampaknya ceruk pasar yang dipilih adalah remaja. Tentunya ini menjadi dasar bagi anda untuk menentukan apa produk yang sesuai, model yang sedang tren, harga yang terjangkau, bagaimana melakukan promosinya, dan sebagainya. Itu semua adalah sebagian dari faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah usaha bisa dinilai layak untuk dijalankan atau tidak.
Walaupun hal tersebut di atas sudah dipikirkan dengan matang dan terencana, kita tetap harus mempertimbangkan faktor resiko jika bisnis toko pakaian tidak berjalan sesuai rencana. Untuk itu salah satu cara adalah dengan menghitung dampak finansial yang mungkin timbul akibat kegagalan tersebut.
Dari jumlah modal yang dianggarkan maka sebenarnya hanya biaya lain-lain yang akan menjadi uang hangus. Sedangkan jenis biaya lainnya seperti sewa tempat, belanja pakaian dan etalase bisa dialihkan ke pihak lain dengan harga miring sehingga tidak hilang atau hangus sama sekali.
Misalnya jenis biaya tersebut ‘dilepas’ dengan nilai 70% maka kita tetap punya uang sejumlah rp 25 juta. Tentunya metode penghitungan ini harus menyertakan faktor jangka waktu kapan saat harus melikuidasi. Sedangkan untuk biaya operasional maka nilai per bulan tidaklah terlalu besar sehingga ini bisa dijadikan batas minimum untuk menghitung berapa minimum penjualan yang harus tercapai.
Menganalisa dampak risiko dan potensi pasar dari usaha ini secara sederhana maka tampaknya usaha ini cukup layak untuk dipertimbangkan menjadi salah satu bentuk investasi real. Penghitungan break event point akan sangat tergantung kepada proyeksi penjualan yang bisa diperoleh setiap bulan

Http://www.detikfinance.com