February 09 2010

Ragam Pesona di Ujung Kulon

Tagged Under : , , , , , , , , ,

Ada pendapat yang menyatakan, pembuatan paket wisata harus mempertimbangkan lama waktu perjalanan dari satu obyek ke obyek wisata lainnya. Apabila waktu tempuh dari satu destinasi wisata ke destinasi lainnya terlalu lama - katakan sampai empat jam - ada kemungkinan wisatawan akan bosan.

Pada kondisi ini, Banten dengan wisata Ujung Kulon ***ntungkan dengan banyaknya pesona obyek wisata yang apabila diatur sedemikian rupa alur penjadwalannya, dapat ditempuh tidak terlalu lama. Sehingga, dalam waktu satu dua jam pun wisatawan dapat berpindah dari satu obyek ke obyek wisata lainnya.

Di Serang, misalnya, ada beragam tempat yang menarik untuk dikunjungi, sebut saja kawasan penghasil kerajinan gerabah di Bumi Jaya, pembuatan batik Banten di bilangan Bhayangkara Kecamatan Cipocok, Pantai Anyer, dan situs Banten Lama.

Kabupaten Pandeglang pun diberkahi sebaran pantainya yang eksotik, seperti Carita, Tanjung Lesung, dan Pulau Umang di Ujung Kulon. Di Pandeglang ini pula terdapat Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan wilayah konservasi alam tempat habitat badak bercula satu, spesies yang hampir punah.

Selain wisata alam, Banten pun kaya dengan seni tradisi yang elok dipandang. Seni dimaksud, antara lain, terbang gede, rampak bedug, dan beragam tarian yang menarik hati. Menimbang hal ini, Banten jelas berpotensi di bidang pariwisata.

Dalam perjalanan uji coba paket wisata di Banten beberapa waktu lalu, Ketua ASITA Banten Ng Bana Sembiring sempat mengingatkan pentingnya memperhatikan jenis kendaraan yang digunakan mengangkut wisatawan dengan lebar sempitnya jalan menuju suatu kawasan.

Ini penting karena apabila bus yang digunakan terlalu tambun, maka kendaraan tersebut akan kesulitan apabila harus berbelok atau melintas di ruas jalan yang sempit. Ujung-ujungnya, akan ada waktu yang terbuang dan bisa mengurangi kenyamanan turis dalam bepergian.

travel.kompas.com

January 26 2010

Mengenal Kelemahan Paket Wisata

Tagged Under : , , , , , , , , ,

1. Umumnya Lebih Mahal.

Ya, mengikuti paket Wisata umumnya akan membuat Anda keluar uang sedikit lebih tinggi dibanding kalau pergi sendirian. Ini wajar mengingat Anda secara tidak langsung juga mendapatkan fasilitas lebih. Salah satunya, seorang guide yang memandu Anda.

Namun demikian, ‘image’ lebih mahal ini umumnya pelan-pelan sudah bisa dikikis. Karena biro perjalanan bisanya bisa mencari tiket, hotel dan tiket masuk lebih murah karena membawa rombongan. Sehingga Anda pun ikut “kecipratan” harga murah itu. Walaupun banyak juga Biro Perjalanan lain yang tidak mau menurunkan harganya sehingga untung yang dia dapatkan bisa lebih besar. Dan kadang-kadang menyediakan tour promo. Namun tentu saja tour promo ini ada syarat dan ketentuannya.

2. Terikat Waktu.

Betul, bagi yang tidak suka diatur oleh jadwal, mengikuti Paket Wisata mungkin akan menyusahkan. Bayangkan saja, kegiatan Anda sudah diatur sedemikian rupa mulai kapan harus sarapan, kapan harus siap di lobi hotel, kapan Anda harus tiba di dalam bis, dan kapan harus tiba di obyek wisata , termasuk sampai berapa lama a bisa berada di dalam obyek wisata tersebut. Lha, kalau Anda tipe orang yang tidak suka diatur jadwal, kan repot.

Naah…., mudah-mudahan dengan pembahasan ini, Anda jadi bisa memutuskan apakah akan mengikuti Paket Wisata atau tidak pada liburan kali ini. Selamat berwisata.

tabloidnova.com

January 07 2010

Paket Travel Indonesia Termurah

Tagged Under : , , , , , , , , ,

Pengamat pariwisata Diyak Mulahela mengatakan, paket wisata Indonesia termasuk dalam golongan yang termurah di dunia. “Sebenarnya paket wisata di Indonesia termasuk termurah di dunia dan objek wisatanya beragam,” kata Diyak Mulahela di Jakarta.

Diyak yang menjabat sebagai Direktur Lembaga Pengembangan Informasi Pariwisata (Lepita) itu mengatakan, dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, Paket Travel dan wisata di Indonesia terbukti jauh lebih murah.

Paket wisata di tanah air juga masih lebih ekonomis ketimbang Thailand yang selama ini gencar menawarkan Paket Travel wisata”value for money”. “Pilihan wisata di Indonesia beragam mulai dari wisata bahari, wisata budaya dan sejarah, wisata belanja, wisata sport, wisata kuliner, dan masih banyak yang belum tergarap dengan baik,” katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, tidak ada alasan untuk tidak menggencarkan promosi sektor pariwisata sebagai salah satu pilar penyumbang devisa terbesar di Indonesia.

Ia mendorong agar pemerintah melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata terus melakukan “sales mission” dan memfasilitasi pelaku pariwisata mengikuti bursa promosi wisata yang kerap digelar di berbagai tempat. “Dengan semakin gencarnya promosi diharapkan akan terjadi ledakan kunjungan wisman ke Indonesia yang mau membeli paket travel wisata murah kita,” katanya.

Pihaknya juga berharap, dengan terdongkraknya jumlah kunjungan maka pada tutup tahun ini paling tidak target kunjungan wisman sebesar 6,5 juta tercapai. Dengan begitu proyeksi perolehan devisa sebesar 6,5 miliar dolar AS terealisasi.

“Saya juga minta ada kerja sama erat antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah juga industri pariwisata agar mampu mewujudkan Indonesia yang melayani, ramah, dan berbiaya murah,” katanya.

Pertumbuhan wisman ke Indonesia hingga kuartal ketiga tahun ini terbukti positif. Fakta itu menggembirakan mengingat sebagian besar sektor pariwisata di kawasan Asia Pasifik mengalami pertumbuhan pariwisata yang negatif bahkan beberapa negara favorit wisatawan seperti Singapura, Australia, Thailand, Jepang, dan Vietnam anjlok signifikan.

travel.kompas.com